Minggu, 05 April 2009

BOP 5 April 2009 - My Recognition as Manager 12%!! :-)



Our recognition as Manager 12%!!
Bareng 'anak'-ku si Joice yg juga recogntion as Manager 12%!!
Kereenn dah!! :-)

Rabu, 01 April 2009

New Achiever in my group on March 2009!!! :)

Akhirnyaaa.....di bulan Maret 2009 aku bisa mencapai level manager 12%!!! Senengnyaaaa.....soale kalo nunggu jabatan Manager dari kantor sih, mungkin 5 taun lagi belum nyampe2!! wakakakakakk....tapi di Oriflame, aku bisa jadi Manager dalam waktu 8 bulan aja!!
Bahkan downlineku si Joice, bisa mencapai level Manager hanya dalam waktu 2 bulan!! Gila benerrr!! Terbukti kannn bahwa di bisnis Oriflame ini...siapapun bisa berhasil!! Mau cepat ato lambat, itu terserah Anda yang mengaturnya sendiri, karena bisnis ini adalah Bisnis ANDA sendiri dan bukan bisnis upline ato downline ANDA!!

Okay....berikut adalah new recognitions in my group:
3%
3116127 Herlina K.
3116500 Muryani
3117979 Sumari
3116361 Winayanti S.
6%
3116168 Wynny Ind.
3117384 Yuliani S.
12%
3115606 Joice Washita

Emang TOP BGT smua dah....Herlina K, Muryani, Sumari & Winayanti S. bisa mencapai level 3% dalam waktu sebulan ajah.

Wynny Ind & Yuliani S. juga gak kalah euy...makin gilaaa!! Dalam sebulan bisa langsung ke level 6%!!

And last but not least is my great manager: Joice Washita!!! Hanya perlu waktu 2 bulan bagi ibu satu ini untuk mencapai level 12%!!! GILA BANGETTTT !!! :)

Ok...segitu aja new recognition my group bulan Maret 2009 ini!! Ayooo untuk bulan April 2009 pasang target masing2 yaa, mau naek 1 level ato 2 level?? Itu adalah hak kalian!! Krn SUKSES itu adalah HAK smua orang!! SMANGATTTT!!!
YES YOU CAN!!! ^_^

Real Story: Masih Layakkah Kita Mengeluh???

“Namaku Tek Tan Nio”

artikel & foto: Veronika

”Tidak banyak yang aku harapkan sekarang, aku hanya ingin melihat mamaku sehat, itu saja.”

Sudah beberapa minggu ini, aku tidak bisa tidur nyenyak. Kepala rasanya sakit sekali seperti ditusuk ribuan jarum tajam yang perlahan menembus kulit. Setiap malam yang kulakukan hanya membolak-balikkan badan, mengganti baju yang basah karena keringat, dan setiap satu jam sekali rutin melongok kondisi mama yang tengah tertidur. Lelah sekali! Jika sudah tidak kuat menahan sakit, aku pun terpaksa minum obat tidur, agar badan ini bisa sedikit beristirahat.

Kondisi kaki mama yang terus membengkak telah menyita seluruh pikiranku. Belum lagi kalau sesak napas mama kambuh, rasanya ingin sekali menggantikan penderitaannya. Sudah tidak bisa diungkapkan, betapa aku sangat menyayanginya melebihi apapun.

Lembaran Kisah Hidupku


Namaku Tek Tan Nio, lahir di Bogor, 11 November 1944, dari rahim Tek Cui Nio, seorang ibu yang sangat luar biasa, karena berhasil membesarkan aku dan kelima saudaraku tanpa figur seorang suami (Tan Ceng Yat -red) di sampingnya.

Sejak papa meninggal karena tifus, mama berjualan makanan untuk bisa menghidupi dan membesarkan kami. Pagi-pagi benar beliau sudah memasak. Mulai dari membuat sate manis, sayur asin, hingga ayam goreng. Sedikit pun tidak pernah terdengar oleh kami dia mengeluh.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, kini kondisi mama tidak lagi sekuat dulu. Sedangkan kami tetap membutuhkan uang untuk biaya sekolah dan hidup. Akhirnya, aku yang terbiasa membantu mama berdagang, memutuskan untuk mencari uang lebih dengan mengajar bahasa Mandarin.

Sudah lama aku mencintai bahasa ini. Bahkan untuk melancarkannya aku sering mengajak ngobrol teman, tetangga, sampai seluruh hewan peliharaanku dengan menggunakan bahasa Mandarin. Semangat tinggi ini tidak sia-sia. Meskipun hanya lulus SMA, sekitar tahun 1950 hingga 1966, aku dipercaya untuk menjadi lao shi (guru) bahasa Mandarin di Zhen Zhong Xue Xio, dan Sekolah Pacung, Mangga Besar. Melalui dua sekolah tersebut, aku mendapatkan banyak teman. Aku yang senang bergaul, juga cepat sekali akrab dengan seluruh murid-muridku.

Karena kedekatan tersebut, salah satu orangtua murid memberikan kepercayaan untuk membantu menjual berlian miliknya. Awalnya aku tidak menyangka akan diberikan kepercayaan sebesar ini, apalagi jumlah berliannya tidaklah kecil, hampir satu toples penuh. Hasil penjualannya juga tidak langsung disetorkan, tapi setiap empat bulan atau enam bulan sekali.

Ket: - Cobaan datang silih berganti dalam kehidupan Tek Tan Nio, namun tidak membuat dia merasa putus asa. Sebaliknya,
dia menjadi semakin bersemangat untuk terus melanjutkan kehidupannya. (kiri)
- Tek Tan Nio tidak ingin dirinya dikasihani. Walaupun kakinya mengalami pengeroposan tulang, namun ia tetap
semangat berjuang untuk bisa membahagiakan Tek Cui Nio (85), mamanya. (kanan)

Dua pekerjaan sekaligus aku jalani. Menjadi guru dan penjual berlian, secara otomatis telah mendongkrak kehidupan ekonomi keluargaku. Namun sayang, di balik itu banyak sekali cobaan yang hampir saja membunuh jiwa dan ragaku.

Materi terkadang dapat membuat orang gelap mata. Suatu ketika, saat aku kembali ke rumah sehabis bekerja, tiba-tiba kutemukan mama tengah menangis. Matanya yang teduh itu membengkak, dia terlihat sangat shock dan stres. Ternyata, tanpa sepengetahuan mama, salah satu adikku telah mengadaikan rumah kami ke bank, dan pihak bank datang untuk memberitahukan bahwa jatuh tempo pinjaman tersebut sudah hampir habis. Kalau pinjaman sebesar 85 juta tersebut tidak segera dilunasi, maka rumah ini akan segera disita oleh bank.

Darimana kami bisa mencari uang sebanyak 85 juta dalam waktu singkat? Hal itu langsung berputar di kepalaku. Uang 85 juta itu tidak pantas membuat mama meneteskan air matanya. Uang itu juga tidak boleh merusak hatinya yang lembut. Aku berjanji, demi mama aku akan mempertahankan rumah ini, dan atas nama mama, aku meneguhkan hati untuk berjuang.

Segala upaya aku lakukan. Tidak hanya mengajar, aku juga mulai membuat makanan kecil dan menititpkannya ke kantin sekolah, atau menjualnya sendiri ke rumah-rumah sehabis bekerja. Lelahnya bekerja sejak pukul 5 pagi hingga larut malam, tidak lagi kurasakan. Aku pun tidak pernah lupa bersujud memohon kepada Tuhan, untuk meminta kekuatan agar bisa menjalani semua ini. Akhirnya pinjaman itu berhasil kami lunasi. Rasa syukur itu terasa sangat luar biasa karena wajah mendung mama kini sudah berubah menjadi cerah.

Baru saja kami sedikit bernafas lega, tiba-tiba cobaan kembali datang. Sekitar tahun 94, rumah kami kemalingan, dan A Yi (sebutan untuk kakak dari ibu -red) juga terbunuh dalam kejadian itu. Semua berlian dagangan ludes tercuri, dan yang paling menyakitkan kami harus merelakan A Yi, yang selalu setia membantu. Jujur, betapa rapuhnya aku kala itu. Rasa takut, kecewa, dan putus asa semua bercampur menjadi satu. Melihat mama yang terus menangis kala mengingat A Yi, membuat hati ini semakin teriris.

Ket: - Untuk mengurangi rasa nyeri dilututnya, Tek Tan Nio memberikan perban di lututnya sebelum pergi keluar rumah.
(kiri)
- Setiap bulannya, Tek Tan Nio mendapatkan penghasilan sebesar lebih kurang 500.000 rupiah yang hanya cukup
untuk makan sehari-hari ia dan mamanya. (kanan)

Belum kering air mata ini, tiba-tiba saja adikku Tek Mei Lan divonis menderita ginjal oleh dokter. Dengan sangat terpaksa akhirnya kami pun menjual sisa-sisa barang yang masih berharga, dan menggunakan uang deposito yang selamat dari kemalingan untuk mengobati adik, sampai akhirnya dia dipanggil Yang Maha Kuasa.

Rasanya telah habis daya ini untuk melewati cobaan yang tidak berujung. Sering juga aku ingin mengakhiri hidup, tapi tatapan lembut mama selalu memberi semangat baru untukku. Ujub-ujub doa (doa khusus -red) yang aku panjatkan telah memberikan kekuatan yang tiada terkira, dan membuatku bertahan hingga saat ini.

Di umurku yang memasuki 65 tahun, aku masih terus berjuang. Dengan bantuan tongkat penyangga kaki, setiap tiga kali seminggu aku menjajakan kerupuk, keripik singkong, chesse stick, dan makanan ringan lainnya ke daerah sekitar rumah dan Pasar Bogor. Semua ini kulakukan untuk membiayai hidupku dan mama, karena tidak mungkin aku menyusahkan saudara-saudaraku yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Empat tahun lalu, aku sudah mulai merasakan sakit di kaki sebelah kanan. Namun karena tidak ada biaya aku menyepelekannya, hingga rasa sakit itu semakin hari menjadi semakin parah. Akhirnya dengan bantuan dana dari beberapa murid, aku pun memeriksakan diri. Menurut dokter, aku mengalami pengeroposan tulang, dan jatuh yang pernah kualami telah memperparah kondisi tersebut. Tulangku sudah retak dan rasanya seperti menusuk ke daging kakiku. Oleh sebab itu, hingga kini aku membutuhkan tongkat penyangga untuk berjalan, karena aku sudah tidak kuat lagi berdiri di atas kedua kakiku.

Tidak hanya itu saja, dokter juga menjelaskan bahwa ada pembengkakan di jantungku. Ia menjelaskan hal tersebut adalah alasan mengapa aku sering sekali berkeringat (kurang lebih lima kali berganti baju setiap harinya, karena basah -red). Sebenarnya dokter sudah melarang untuk terlalu sering berjalan, tapi kalau aku tidak berjualan siapa yang akan memberi makan mama? Cuma ini yang bisa saya lakukan untuk berbakti sama mama.

Ket: - Tidak hanya pengeroposan tulang, Tek Tan Nio juga mengalami pembengkakkan jantung yang membuat ia selalu
berkeringat. Dalam satu hari, dia bisa berganti baju hingga lima kali karena keringatnya yang berlebih. (kiri)
- Betapa besar bakti seorang anak kepada ibunya dapat kita contoh dari sikap Tek Tan Nio yang sangat mencintai
ibunya yang berumur 85 tahun, dan tengah sakit-sakitan. (kanan)

Setiap hari, aku dan mama bergantung kepada uang hasil berdagang makanan ringan yang aku dapatkan. Aku akui, kalau hanya untuk makan dan membayar listrik uang tersebut (lebih kurang 500.00 per bulan) cukup, tapi kalau mama atau aku sakit, uang itu jauh dari kata cukup.

Walaupun sering mendapatkan bantuan dari beberapa mantan anak murid, aku tetap tidak ingin terus-menerus menyusahkan mereka. Saat ini yang aku pikirkan hanyalah kesehatan mama, karena menurut dokter mama juga tengah mengalami pembengkakan jantung.

Cobaan yang datang silih berganti tidak hanya membuat aku tangguh, tapi juga semakin menambah rasa cintaku yang besar kepada mama. Mama yang buat aku jadi semangat, kalau tidak ada mama, aku pasti sudah putus asa. Semangat untuk terus berjuang tidak hanya aku dapatkan dari mama, namun juga dari beberapa mantan murid-muridku, teman-teman lama, dan sekarang bertambah dengan hadirnya para relawan Tzu Chi. Karena ada Tzu Chi yang mendukung, rasanya menjadi lebih bersemangat untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Sabtu, 07 Maret 2009

BOP 7 Maret 2009, at JDC Slipi, My Recognition 9% :-)

My Great Team!!


My Recognition as 9% :-)

Kamis, 19 Februari 2009

Hidup Makin Susah???

Hmmmm....udah lama sebenernya aku pengen tulis masalah ini..
Well.. sebenernya ini cuma pikiranku saja ato memang realitas yang terjadi skr ini, aku juga gak tau..aku cuma pengen berbagi pikiran aja..:)
Suatu pagi di bis jurusan Grogol, aku lagi on the way ke kantor, dan lagi suntuk2nya dengan pikiranku sendiri..:(
Tiba2 naek seorang ibu sama anaknya ke atas bis, ibu itu lagi menyusui bayinya...bayinya sih kelihatan sudah gede kira2 umur 1 tahun lebih..Ibu itu tidak berkata apa2, wajahnya tampak lemes, kuyu & pucat..bayinya yang lagi menyusui juga tampak lemas, mereka hanya memandangi kami smua, dia gak nyanyi/ngamen..cuma dari sorot matanya, aku tau dia pasti sudah kehabisan tenaga, kemungkinan besar dia belum makan. Tapi kondisinya dia masih menyusui...jadi hasilnya dia lemas & tidak bertenaga. Aku sangat tau bahwa kalo kita lagi menyusui, asupan makan kita harus cukup, karena nutrisinya akan diambil oleh bayi kita yang menyusui..tapiii...melihat keadaan ibu&anak ini aku langsung tiba2 trenyuh...kasian sekali mereka...
Lalu dengan wajah berkeringat, dia mengeluarkan kantong plastik bekas permen yang sudah lusuh..dibuka kantong itu dan disodorkan ke kami2 para penumpang bis...aku perhatikan cuma 2 ato 3 orang yang ngasih..itu pun hanya recehan.. duhh bener2 kasian skali..
Aku ga tau apakah aku yang cengeng (krn aku teringat anakku dirumah yang seumur dengan anak ibu itu) ato memang keadaan ini sangat menyedihkan???
Ga taulah..
Siapa juga yang mau disalahkan dengan keadaan sperti ini??
Bgitu banyaknya anak jalanan berumur 5-6 tahun berkeliaran di lampu merah dengan membawa
'adek' mereka yang masih berumur hitungan bulan??
Siapa yang mesti disalahkan??
Orang tua mereka-kah??
Pemerintah-kah??
Aku gak tau jawabannya..
Yang ada dalam pikiranku adalah, bagaimana susu untuk anak2 itu?
Bagaimana nanti pendidikan mereka?
Bagaimana nanti kalo mereka sakit terkena polusi udara Jakarta yang sangat2 kotor?
Bagaimana kalo bayi2 itu terkena panas & hujan di cuaca yang tak menentu saat ini?
Dimana mereka tidur pada malam hari??
Dan banyak skali pertanyaan lainnya...
Aku sangat tau...saat ini memang hidup tambah sulit..
Kita saja yang suami istri berdua kerja, terkadang masih sulit mencukupi kebutuhan harian...apalagi mereka??
Bener2 aku gak habis pikir...bagaimana mereka bisa hidup dengan segala situasi & kondisi yang serba sulit seperti itu?? :(


Rabu, 11 Februari 2009

Peraturan baru Oriflame Start: February 2009

Peraturan baru nih...dari Oriflame....; yang pasti bikin kita tambah semangat donk ya....:)

1. minimal BP untuk mendapatkan Performance Discount = 75 BP atau 1 rekrut baru yang memenuhi WP 1
2. 1 BP = Rp 4.700,-
3. motor delivery (jakarta) minimal Rp 250.000 --- kalau tidak memenuhi kena fee Rp 7.500,-
4. minimal order Rp 175.000 --- kalau tidak memenuhi kena handling fee Rp 6.000,-
5. minimal order luar kota Rp 500.000 ---- kalau tidak memenuhi kena ongkos kurir Rp 15.000,-


Tetap semangat !!!!
Go Director !! ^_^

Cerita BOP - 7 February 2009

Guys, mo sharing nih...cerita BOP-ku kemaren tanggal 7 February 2009.
Sehari sebelumnya, hari jumat, sebenernya udah janji sama 2 orang downlineku: Joice & Julia, untuk ketemuan pas BOP nanti.

Tapi malemnya menjelang ke pagi, anakku sakit, badannya panas, batuk dan hidungnya meler :( dan sepertinya pagi itu tambah parah.
Mulai nih deg-degan pengen batalin ke BOP..tapi aku uda janji sama downlineku, dan mereka lagi smangat2nya...Jadi stelah menguatkan hati, akhirnya aku tetap berangkat ke BOP sambil ttp memantau anakku via sms..
Dalam hati juga berdoa, smoga pengorbanan aku ini, gak sia2.
Demi BOP selama 2-3 jam, aku rela ninggalin anakku yang lagi sakit...
Mudah2an keputusanku ini akan menjadi berkah buatku & keluargaku nantinya..Aminnn.....!!

Berangkatt!!!!!!

Sampe di JDC Slipi, si Joice sudah menunggu...salut deh sama downlineku satu ini...smangattnya boleh ditiru!! Aku sendiri berangkat sama downlineku yang lain, Julia ( yang notabene adalah temen kantorku & jg smangatt bangett mo jalanin bisnis ini!)...tapi kita semua punya mimpi yang sama yaitu pengen bisa bekerja mandiri dari rumah, sambil momong anak tercinta, tidak perlu lagi bermacet2an ria kekantor, tidak perlu lagi diatur2 dan dimarahin bos, dan...tetep punya penghasilan!! hehehe...kayaknya ini mimpi smua ibu2 deh..:)

Masuk ke ruang BOP, kita udah disuguhin video mengenai Ember & Pipa.
Video ini kena bangettt deh di kita, cerita ttg orang yang stiap hari hanya kerja & kerja tapi tidak pernah memikirkan untuk membangun "pipa" mereka sendiri.
Pipa adalah saluran penghasilan buat kita, yang suatu saat nantinya bisa memberikan penghasilan kepada kita spanjang masa, tanpa perlu kita capek2 kerja kantoran lagi. Mau tau caranya??? Makanya jangan lupa ikutin acara BOP bulan depan!! :P

Kemudian acara selanjutnya adalah recognisi (seperti biasa), mulai dari 3%.
Posisi 3% yang naek buanyakkk bangetttt
Terbukti tambah lama bisnis ini tambah berkembang kan??
Posisi 6%, 9%, 12%, 15% dan 21% masing2 naik ke panggung & di kasih hadiah.
Nah skr posisi director, yang naek ke panggung ada 3 orang.
Salah satunya masih mahasiswi, tapi katanya penghasilan sudah 13 jutaan per bulan!!! Keren ya??? Yang mahasiswi aja bisa, apalagi kita?? Sharusnya kita juga bisa donk ah...:)
Ada juga cerita salah satu director (lupa namanya) yang katanya setaun lalu dia hadir pertama kali di BOP dengan dianterin oleh suaminya yang ogah2an...
Tapi akhirnya dia bisa buktikan ke suaminya, bahwa dia tidak main2 dan tidak buang2 waktu! Dan terbukti dalam 1 tahun, dia bisa meraih peringkat Director!!
Kemaren suaminya juga hadir di BOP.
Jadi ketiga director baru ini, mencapai peringkat Director mereka hanya dalam waktu kurang lebih 1 tahun!! Hebat ya???

Terus recognisi naik lagi ke peringkat Gold Director - mb Yulianingsih
Dan....peringkat Saphhire Director - mb Nadia!!
Berarti tinggal selangkah lagi mb Nadia menuju ke Diamond ya??

Oy, kemaren juga ada oleh2 dari mb Meuthia (our Diamond),
ttg cerita blio ke Dubai! Wuihhh keren & ekslusive bangett deh pokoknya!!
Pesawatnya nyewa sendiri ke Emirates, dan masing2 seat di pesawat itu ada logo Oriflamenya...
Trus dinnernya, Oriflame ngadain di gurun pasir gitu, jadi bener2 exclusive..
Sewa 100-an mobil Jeep buat nganter mereka ke gurun.
Terus catering dari hotel Hyatt...
Juga hotel tempat mereka nginep tuh yang super duper mewah & berkelas..
Mb Meuthia cerita, katanya Bp. Suyeni/Amin-uplinenya mb Meuthia, kebagian jatah kamar yang harganya 130 juta/malam!!! Bussett dah...!!
Kamar itu kamar Suite dan seperti terletak di dalam akuarium raksasa..
Jadi pas kita mandi di bathroomnya ato di kamar, ada jendela2 akuarium gitu, dan ada ikan paus raksasa yang lewat bolak balik disana...gimanya yah rasanya??? Kerennnnn.....:)
Terbukti Oriflame gak pernah maen2 dalam men-service consultantnya!!
Dan terbukti juga Oriflame tuh perusahaan yang kaya bangett!!
Ya iyalah kalo gak kaya gak mungkin kan bisa traktir para diamondnya wisata ke Dubai!!.

Pesen dari mb Meuthia: Tidak ada yang namanya SUSAH dalam merekrut! Asalkan dalam pikiran kita sudah yakin & positif, smua akan menjadi mudah!
Dan yang kedua JANGAN TERLALU BANYAK ALASAN!
JUST TAKE ACTION NOW...jadi yang punya tetangga kiri kanan depan belakang, saudara jauh saudara dekat, cepetan deh di prospek, jangan sampe mereka di prospek orang lain ya...sayang kan?? Karena skr bisnis Oriflame ini lagi booming bangettt!!!

Ok..sgitu aja deh ceritanya kayaknya udah kepanjangan...:p
Psst....Bulan depan BOP akan diadakan tgl 7 Maret 2009!
Pesen dari panitia: Harus bawa calon downline sebanyak2 nya karena ada tamu rahasia yang akan didatangkan untuk memotivasi kita smua!!
Yang gak dateng pasti rugi bangetttt deh!!

Ok...see u :)

Minggu, 05 April 2009

BOP 5 April 2009 - My Recognition as Manager 12%!! :-)



Our recognition as Manager 12%!!
Bareng 'anak'-ku si Joice yg juga recogntion as Manager 12%!!
Kereenn dah!! :-)

Rabu, 01 April 2009

New Achiever in my group on March 2009!!! :)

Akhirnyaaa.....di bulan Maret 2009 aku bisa mencapai level manager 12%!!! Senengnyaaaa.....soale kalo nunggu jabatan Manager dari kantor sih, mungkin 5 taun lagi belum nyampe2!! wakakakakakk....tapi di Oriflame, aku bisa jadi Manager dalam waktu 8 bulan aja!!
Bahkan downlineku si Joice, bisa mencapai level Manager hanya dalam waktu 2 bulan!! Gila benerrr!! Terbukti kannn bahwa di bisnis Oriflame ini...siapapun bisa berhasil!! Mau cepat ato lambat, itu terserah Anda yang mengaturnya sendiri, karena bisnis ini adalah Bisnis ANDA sendiri dan bukan bisnis upline ato downline ANDA!!

Okay....berikut adalah new recognitions in my group:
3%
3116127 Herlina K.
3116500 Muryani
3117979 Sumari
3116361 Winayanti S.
6%
3116168 Wynny Ind.
3117384 Yuliani S.
12%
3115606 Joice Washita

Emang TOP BGT smua dah....Herlina K, Muryani, Sumari & Winayanti S. bisa mencapai level 3% dalam waktu sebulan ajah.

Wynny Ind & Yuliani S. juga gak kalah euy...makin gilaaa!! Dalam sebulan bisa langsung ke level 6%!!

And last but not least is my great manager: Joice Washita!!! Hanya perlu waktu 2 bulan bagi ibu satu ini untuk mencapai level 12%!!! GILA BANGETTTT !!! :)

Ok...segitu aja new recognition my group bulan Maret 2009 ini!! Ayooo untuk bulan April 2009 pasang target masing2 yaa, mau naek 1 level ato 2 level?? Itu adalah hak kalian!! Krn SUKSES itu adalah HAK smua orang!! SMANGATTTT!!!
YES YOU CAN!!! ^_^

Real Story: Masih Layakkah Kita Mengeluh???

“Namaku Tek Tan Nio”

artikel & foto: Veronika

”Tidak banyak yang aku harapkan sekarang, aku hanya ingin melihat mamaku sehat, itu saja.”

Sudah beberapa minggu ini, aku tidak bisa tidur nyenyak. Kepala rasanya sakit sekali seperti ditusuk ribuan jarum tajam yang perlahan menembus kulit. Setiap malam yang kulakukan hanya membolak-balikkan badan, mengganti baju yang basah karena keringat, dan setiap satu jam sekali rutin melongok kondisi mama yang tengah tertidur. Lelah sekali! Jika sudah tidak kuat menahan sakit, aku pun terpaksa minum obat tidur, agar badan ini bisa sedikit beristirahat.

Kondisi kaki mama yang terus membengkak telah menyita seluruh pikiranku. Belum lagi kalau sesak napas mama kambuh, rasanya ingin sekali menggantikan penderitaannya. Sudah tidak bisa diungkapkan, betapa aku sangat menyayanginya melebihi apapun.

Lembaran Kisah Hidupku


Namaku Tek Tan Nio, lahir di Bogor, 11 November 1944, dari rahim Tek Cui Nio, seorang ibu yang sangat luar biasa, karena berhasil membesarkan aku dan kelima saudaraku tanpa figur seorang suami (Tan Ceng Yat -red) di sampingnya.

Sejak papa meninggal karena tifus, mama berjualan makanan untuk bisa menghidupi dan membesarkan kami. Pagi-pagi benar beliau sudah memasak. Mulai dari membuat sate manis, sayur asin, hingga ayam goreng. Sedikit pun tidak pernah terdengar oleh kami dia mengeluh.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, kini kondisi mama tidak lagi sekuat dulu. Sedangkan kami tetap membutuhkan uang untuk biaya sekolah dan hidup. Akhirnya, aku yang terbiasa membantu mama berdagang, memutuskan untuk mencari uang lebih dengan mengajar bahasa Mandarin.

Sudah lama aku mencintai bahasa ini. Bahkan untuk melancarkannya aku sering mengajak ngobrol teman, tetangga, sampai seluruh hewan peliharaanku dengan menggunakan bahasa Mandarin. Semangat tinggi ini tidak sia-sia. Meskipun hanya lulus SMA, sekitar tahun 1950 hingga 1966, aku dipercaya untuk menjadi lao shi (guru) bahasa Mandarin di Zhen Zhong Xue Xio, dan Sekolah Pacung, Mangga Besar. Melalui dua sekolah tersebut, aku mendapatkan banyak teman. Aku yang senang bergaul, juga cepat sekali akrab dengan seluruh murid-muridku.

Karena kedekatan tersebut, salah satu orangtua murid memberikan kepercayaan untuk membantu menjual berlian miliknya. Awalnya aku tidak menyangka akan diberikan kepercayaan sebesar ini, apalagi jumlah berliannya tidaklah kecil, hampir satu toples penuh. Hasil penjualannya juga tidak langsung disetorkan, tapi setiap empat bulan atau enam bulan sekali.

Ket: - Cobaan datang silih berganti dalam kehidupan Tek Tan Nio, namun tidak membuat dia merasa putus asa. Sebaliknya,
dia menjadi semakin bersemangat untuk terus melanjutkan kehidupannya. (kiri)
- Tek Tan Nio tidak ingin dirinya dikasihani. Walaupun kakinya mengalami pengeroposan tulang, namun ia tetap
semangat berjuang untuk bisa membahagiakan Tek Cui Nio (85), mamanya. (kanan)

Dua pekerjaan sekaligus aku jalani. Menjadi guru dan penjual berlian, secara otomatis telah mendongkrak kehidupan ekonomi keluargaku. Namun sayang, di balik itu banyak sekali cobaan yang hampir saja membunuh jiwa dan ragaku.

Materi terkadang dapat membuat orang gelap mata. Suatu ketika, saat aku kembali ke rumah sehabis bekerja, tiba-tiba kutemukan mama tengah menangis. Matanya yang teduh itu membengkak, dia terlihat sangat shock dan stres. Ternyata, tanpa sepengetahuan mama, salah satu adikku telah mengadaikan rumah kami ke bank, dan pihak bank datang untuk memberitahukan bahwa jatuh tempo pinjaman tersebut sudah hampir habis. Kalau pinjaman sebesar 85 juta tersebut tidak segera dilunasi, maka rumah ini akan segera disita oleh bank.

Darimana kami bisa mencari uang sebanyak 85 juta dalam waktu singkat? Hal itu langsung berputar di kepalaku. Uang 85 juta itu tidak pantas membuat mama meneteskan air matanya. Uang itu juga tidak boleh merusak hatinya yang lembut. Aku berjanji, demi mama aku akan mempertahankan rumah ini, dan atas nama mama, aku meneguhkan hati untuk berjuang.

Segala upaya aku lakukan. Tidak hanya mengajar, aku juga mulai membuat makanan kecil dan menititpkannya ke kantin sekolah, atau menjualnya sendiri ke rumah-rumah sehabis bekerja. Lelahnya bekerja sejak pukul 5 pagi hingga larut malam, tidak lagi kurasakan. Aku pun tidak pernah lupa bersujud memohon kepada Tuhan, untuk meminta kekuatan agar bisa menjalani semua ini. Akhirnya pinjaman itu berhasil kami lunasi. Rasa syukur itu terasa sangat luar biasa karena wajah mendung mama kini sudah berubah menjadi cerah.

Baru saja kami sedikit bernafas lega, tiba-tiba cobaan kembali datang. Sekitar tahun 94, rumah kami kemalingan, dan A Yi (sebutan untuk kakak dari ibu -red) juga terbunuh dalam kejadian itu. Semua berlian dagangan ludes tercuri, dan yang paling menyakitkan kami harus merelakan A Yi, yang selalu setia membantu. Jujur, betapa rapuhnya aku kala itu. Rasa takut, kecewa, dan putus asa semua bercampur menjadi satu. Melihat mama yang terus menangis kala mengingat A Yi, membuat hati ini semakin teriris.

Ket: - Untuk mengurangi rasa nyeri dilututnya, Tek Tan Nio memberikan perban di lututnya sebelum pergi keluar rumah.
(kiri)
- Setiap bulannya, Tek Tan Nio mendapatkan penghasilan sebesar lebih kurang 500.000 rupiah yang hanya cukup
untuk makan sehari-hari ia dan mamanya. (kanan)

Belum kering air mata ini, tiba-tiba saja adikku Tek Mei Lan divonis menderita ginjal oleh dokter. Dengan sangat terpaksa akhirnya kami pun menjual sisa-sisa barang yang masih berharga, dan menggunakan uang deposito yang selamat dari kemalingan untuk mengobati adik, sampai akhirnya dia dipanggil Yang Maha Kuasa.

Rasanya telah habis daya ini untuk melewati cobaan yang tidak berujung. Sering juga aku ingin mengakhiri hidup, tapi tatapan lembut mama selalu memberi semangat baru untukku. Ujub-ujub doa (doa khusus -red) yang aku panjatkan telah memberikan kekuatan yang tiada terkira, dan membuatku bertahan hingga saat ini.

Di umurku yang memasuki 65 tahun, aku masih terus berjuang. Dengan bantuan tongkat penyangga kaki, setiap tiga kali seminggu aku menjajakan kerupuk, keripik singkong, chesse stick, dan makanan ringan lainnya ke daerah sekitar rumah dan Pasar Bogor. Semua ini kulakukan untuk membiayai hidupku dan mama, karena tidak mungkin aku menyusahkan saudara-saudaraku yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Empat tahun lalu, aku sudah mulai merasakan sakit di kaki sebelah kanan. Namun karena tidak ada biaya aku menyepelekannya, hingga rasa sakit itu semakin hari menjadi semakin parah. Akhirnya dengan bantuan dana dari beberapa murid, aku pun memeriksakan diri. Menurut dokter, aku mengalami pengeroposan tulang, dan jatuh yang pernah kualami telah memperparah kondisi tersebut. Tulangku sudah retak dan rasanya seperti menusuk ke daging kakiku. Oleh sebab itu, hingga kini aku membutuhkan tongkat penyangga untuk berjalan, karena aku sudah tidak kuat lagi berdiri di atas kedua kakiku.

Tidak hanya itu saja, dokter juga menjelaskan bahwa ada pembengkakan di jantungku. Ia menjelaskan hal tersebut adalah alasan mengapa aku sering sekali berkeringat (kurang lebih lima kali berganti baju setiap harinya, karena basah -red). Sebenarnya dokter sudah melarang untuk terlalu sering berjalan, tapi kalau aku tidak berjualan siapa yang akan memberi makan mama? Cuma ini yang bisa saya lakukan untuk berbakti sama mama.

Ket: - Tidak hanya pengeroposan tulang, Tek Tan Nio juga mengalami pembengkakkan jantung yang membuat ia selalu
berkeringat. Dalam satu hari, dia bisa berganti baju hingga lima kali karena keringatnya yang berlebih. (kiri)
- Betapa besar bakti seorang anak kepada ibunya dapat kita contoh dari sikap Tek Tan Nio yang sangat mencintai
ibunya yang berumur 85 tahun, dan tengah sakit-sakitan. (kanan)

Setiap hari, aku dan mama bergantung kepada uang hasil berdagang makanan ringan yang aku dapatkan. Aku akui, kalau hanya untuk makan dan membayar listrik uang tersebut (lebih kurang 500.00 per bulan) cukup, tapi kalau mama atau aku sakit, uang itu jauh dari kata cukup.

Walaupun sering mendapatkan bantuan dari beberapa mantan anak murid, aku tetap tidak ingin terus-menerus menyusahkan mereka. Saat ini yang aku pikirkan hanyalah kesehatan mama, karena menurut dokter mama juga tengah mengalami pembengkakan jantung.

Cobaan yang datang silih berganti tidak hanya membuat aku tangguh, tapi juga semakin menambah rasa cintaku yang besar kepada mama. Mama yang buat aku jadi semangat, kalau tidak ada mama, aku pasti sudah putus asa. Semangat untuk terus berjuang tidak hanya aku dapatkan dari mama, namun juga dari beberapa mantan murid-muridku, teman-teman lama, dan sekarang bertambah dengan hadirnya para relawan Tzu Chi. Karena ada Tzu Chi yang mendukung, rasanya menjadi lebih bersemangat untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Sabtu, 07 Maret 2009

Kamis, 19 Februari 2009

Hidup Makin Susah???

Hmmmm....udah lama sebenernya aku pengen tulis masalah ini..
Well.. sebenernya ini cuma pikiranku saja ato memang realitas yang terjadi skr ini, aku juga gak tau..aku cuma pengen berbagi pikiran aja..:)
Suatu pagi di bis jurusan Grogol, aku lagi on the way ke kantor, dan lagi suntuk2nya dengan pikiranku sendiri..:(
Tiba2 naek seorang ibu sama anaknya ke atas bis, ibu itu lagi menyusui bayinya...bayinya sih kelihatan sudah gede kira2 umur 1 tahun lebih..Ibu itu tidak berkata apa2, wajahnya tampak lemes, kuyu & pucat..bayinya yang lagi menyusui juga tampak lemas, mereka hanya memandangi kami smua, dia gak nyanyi/ngamen..cuma dari sorot matanya, aku tau dia pasti sudah kehabisan tenaga, kemungkinan besar dia belum makan. Tapi kondisinya dia masih menyusui...jadi hasilnya dia lemas & tidak bertenaga. Aku sangat tau bahwa kalo kita lagi menyusui, asupan makan kita harus cukup, karena nutrisinya akan diambil oleh bayi kita yang menyusui..tapiii...melihat keadaan ibu&anak ini aku langsung tiba2 trenyuh...kasian sekali mereka...
Lalu dengan wajah berkeringat, dia mengeluarkan kantong plastik bekas permen yang sudah lusuh..dibuka kantong itu dan disodorkan ke kami2 para penumpang bis...aku perhatikan cuma 2 ato 3 orang yang ngasih..itu pun hanya recehan.. duhh bener2 kasian skali..
Aku ga tau apakah aku yang cengeng (krn aku teringat anakku dirumah yang seumur dengan anak ibu itu) ato memang keadaan ini sangat menyedihkan???
Ga taulah..
Siapa juga yang mau disalahkan dengan keadaan sperti ini??
Bgitu banyaknya anak jalanan berumur 5-6 tahun berkeliaran di lampu merah dengan membawa
'adek' mereka yang masih berumur hitungan bulan??
Siapa yang mesti disalahkan??
Orang tua mereka-kah??
Pemerintah-kah??
Aku gak tau jawabannya..
Yang ada dalam pikiranku adalah, bagaimana susu untuk anak2 itu?
Bagaimana nanti pendidikan mereka?
Bagaimana nanti kalo mereka sakit terkena polusi udara Jakarta yang sangat2 kotor?
Bagaimana kalo bayi2 itu terkena panas & hujan di cuaca yang tak menentu saat ini?
Dimana mereka tidur pada malam hari??
Dan banyak skali pertanyaan lainnya...
Aku sangat tau...saat ini memang hidup tambah sulit..
Kita saja yang suami istri berdua kerja, terkadang masih sulit mencukupi kebutuhan harian...apalagi mereka??
Bener2 aku gak habis pikir...bagaimana mereka bisa hidup dengan segala situasi & kondisi yang serba sulit seperti itu?? :(


Rabu, 11 Februari 2009

Peraturan baru Oriflame Start: February 2009

Peraturan baru nih...dari Oriflame....; yang pasti bikin kita tambah semangat donk ya....:)

1. minimal BP untuk mendapatkan Performance Discount = 75 BP atau 1 rekrut baru yang memenuhi WP 1
2. 1 BP = Rp 4.700,-
3. motor delivery (jakarta) minimal Rp 250.000 --- kalau tidak memenuhi kena fee Rp 7.500,-
4. minimal order Rp 175.000 --- kalau tidak memenuhi kena handling fee Rp 6.000,-
5. minimal order luar kota Rp 500.000 ---- kalau tidak memenuhi kena ongkos kurir Rp 15.000,-


Tetap semangat !!!!
Go Director !! ^_^

Cerita BOP - 7 February 2009

Guys, mo sharing nih...cerita BOP-ku kemaren tanggal 7 February 2009.
Sehari sebelumnya, hari jumat, sebenernya udah janji sama 2 orang downlineku: Joice & Julia, untuk ketemuan pas BOP nanti.

Tapi malemnya menjelang ke pagi, anakku sakit, badannya panas, batuk dan hidungnya meler :( dan sepertinya pagi itu tambah parah.
Mulai nih deg-degan pengen batalin ke BOP..tapi aku uda janji sama downlineku, dan mereka lagi smangat2nya...Jadi stelah menguatkan hati, akhirnya aku tetap berangkat ke BOP sambil ttp memantau anakku via sms..
Dalam hati juga berdoa, smoga pengorbanan aku ini, gak sia2.
Demi BOP selama 2-3 jam, aku rela ninggalin anakku yang lagi sakit...
Mudah2an keputusanku ini akan menjadi berkah buatku & keluargaku nantinya..Aminnn.....!!

Berangkatt!!!!!!

Sampe di JDC Slipi, si Joice sudah menunggu...salut deh sama downlineku satu ini...smangattnya boleh ditiru!! Aku sendiri berangkat sama downlineku yang lain, Julia ( yang notabene adalah temen kantorku & jg smangatt bangett mo jalanin bisnis ini!)...tapi kita semua punya mimpi yang sama yaitu pengen bisa bekerja mandiri dari rumah, sambil momong anak tercinta, tidak perlu lagi bermacet2an ria kekantor, tidak perlu lagi diatur2 dan dimarahin bos, dan...tetep punya penghasilan!! hehehe...kayaknya ini mimpi smua ibu2 deh..:)

Masuk ke ruang BOP, kita udah disuguhin video mengenai Ember & Pipa.
Video ini kena bangettt deh di kita, cerita ttg orang yang stiap hari hanya kerja & kerja tapi tidak pernah memikirkan untuk membangun "pipa" mereka sendiri.
Pipa adalah saluran penghasilan buat kita, yang suatu saat nantinya bisa memberikan penghasilan kepada kita spanjang masa, tanpa perlu kita capek2 kerja kantoran lagi. Mau tau caranya??? Makanya jangan lupa ikutin acara BOP bulan depan!! :P

Kemudian acara selanjutnya adalah recognisi (seperti biasa), mulai dari 3%.
Posisi 3% yang naek buanyakkk bangetttt
Terbukti tambah lama bisnis ini tambah berkembang kan??
Posisi 6%, 9%, 12%, 15% dan 21% masing2 naik ke panggung & di kasih hadiah.
Nah skr posisi director, yang naek ke panggung ada 3 orang.
Salah satunya masih mahasiswi, tapi katanya penghasilan sudah 13 jutaan per bulan!!! Keren ya??? Yang mahasiswi aja bisa, apalagi kita?? Sharusnya kita juga bisa donk ah...:)
Ada juga cerita salah satu director (lupa namanya) yang katanya setaun lalu dia hadir pertama kali di BOP dengan dianterin oleh suaminya yang ogah2an...
Tapi akhirnya dia bisa buktikan ke suaminya, bahwa dia tidak main2 dan tidak buang2 waktu! Dan terbukti dalam 1 tahun, dia bisa meraih peringkat Director!!
Kemaren suaminya juga hadir di BOP.
Jadi ketiga director baru ini, mencapai peringkat Director mereka hanya dalam waktu kurang lebih 1 tahun!! Hebat ya???

Terus recognisi naik lagi ke peringkat Gold Director - mb Yulianingsih
Dan....peringkat Saphhire Director - mb Nadia!!
Berarti tinggal selangkah lagi mb Nadia menuju ke Diamond ya??

Oy, kemaren juga ada oleh2 dari mb Meuthia (our Diamond),
ttg cerita blio ke Dubai! Wuihhh keren & ekslusive bangett deh pokoknya!!
Pesawatnya nyewa sendiri ke Emirates, dan masing2 seat di pesawat itu ada logo Oriflamenya...
Trus dinnernya, Oriflame ngadain di gurun pasir gitu, jadi bener2 exclusive..
Sewa 100-an mobil Jeep buat nganter mereka ke gurun.
Terus catering dari hotel Hyatt...
Juga hotel tempat mereka nginep tuh yang super duper mewah & berkelas..
Mb Meuthia cerita, katanya Bp. Suyeni/Amin-uplinenya mb Meuthia, kebagian jatah kamar yang harganya 130 juta/malam!!! Bussett dah...!!
Kamar itu kamar Suite dan seperti terletak di dalam akuarium raksasa..
Jadi pas kita mandi di bathroomnya ato di kamar, ada jendela2 akuarium gitu, dan ada ikan paus raksasa yang lewat bolak balik disana...gimanya yah rasanya??? Kerennnnn.....:)
Terbukti Oriflame gak pernah maen2 dalam men-service consultantnya!!
Dan terbukti juga Oriflame tuh perusahaan yang kaya bangett!!
Ya iyalah kalo gak kaya gak mungkin kan bisa traktir para diamondnya wisata ke Dubai!!.

Pesen dari mb Meuthia: Tidak ada yang namanya SUSAH dalam merekrut! Asalkan dalam pikiran kita sudah yakin & positif, smua akan menjadi mudah!
Dan yang kedua JANGAN TERLALU BANYAK ALASAN!
JUST TAKE ACTION NOW...jadi yang punya tetangga kiri kanan depan belakang, saudara jauh saudara dekat, cepetan deh di prospek, jangan sampe mereka di prospek orang lain ya...sayang kan?? Karena skr bisnis Oriflame ini lagi booming bangettt!!!

Ok..sgitu aja deh ceritanya kayaknya udah kepanjangan...:p
Psst....Bulan depan BOP akan diadakan tgl 7 Maret 2009!
Pesen dari panitia: Harus bawa calon downline sebanyak2 nya karena ada tamu rahasia yang akan didatangkan untuk memotivasi kita smua!!
Yang gak dateng pasti rugi bangetttt deh!!

Ok...see u :)